Lima Ciri Entrepreneur

Apa itu entrepreneurship?

Entrepreneurship adalah soal mengambil keputusan.

Mana yang mau kita pilih, dengan pertimbangan benar.

 

Nah, mental Entrepreneur itu ga sama dengan dagang.

Ini bedanya ya.

 

  1. Entrepreneur itu belajar semuanya, pedagang cuma memikirkan gimana dagangannya laku.
  2. Entrepreneur bikin sistem bisnis, pedagang ga bikin sistem bisnis
  3. Entrepreneur punya rencana usaha yang matang, pedagang cuma “yang penting usaha”.
  4. Entrepreneur itu rajin baca, pedagang itu tak harus rajin membaca.
  5. Entrepreneur itu rajin ngobrol, pedagang itu tak harus rajin ngobrol.

 

 

Di sini bukan bermaksud merendahkan pedagang. Tapi, sudah banyak pedagang-pedagang yang cerita ruginya banyak, ini karena entrepreneushipnya belum ada. Kalau pedagang yang punya entrepreneurship, beda cerita. Makanya, yuk, kita perlu jadi entrepreneur

 

Entrepreneur itu memiliki 6 keahlian sekaligus

Keahlian 1, namanya General

Keahlian 2, namanya Produk

Keahlian 3, namanya Marketing

Keahlian 4, namanya Sales

Keahlian 5, namanya operasional

Keahlian 6, namanya finansial

 

 

Apa itu general, produk, marketing, sales, operasional, dan finansial? Kita akan mempelajari ini pada sesi berikutnya.

 

Kesimpulannya, dalam entrepreneurship, mindset kita perlu berubah. Bahkan juga mindset soal belajar. Jangan sampai kita langsung praktek tanpa belajar dulu. Ingat, ga ada yang instan dalam usaha. Kita perlu banyak belajar bisnis, gali terus. Tapi ingat, jangan kebanyakan belajar teori tapi ga praktek-praktek. Jangan sampai kita seminar sana, seminar sini, tidak eksekusi.

 

Ingat, kita membuat sistem usaha dari nol. Wajib belajar, wajib mengamalkan ilmunya.

 

Dan ingat juga, pengusaha itu perlu bisa mempertimbangkan semuanya. Kita boleh berpikir positif, optimis, selama tidak mengabaikan beberapa pertimbangan. Kita boleh berpikir negatif selama memiliki solusi.

 

Kita perlu jujur. Rumus di belazzar adalah kejujuran dalam menjawab:

“Saya disebut miskin jika dibandingkan orang yang lebih kaya dari saya.”

“Saya disebut kaya jika dibandingkan orang yang lebih miskin dari saya.”

“Saya itu miskin hati dibandingkan dia, dia banyak bersedekah. Maka saya harus banyak bersedekah”

“Tapi saya tidak kaya hati dibandingkan siapapun, karena saya harus jujur bahwa saya banyak kekurangannya. Jujur bahwa di agama tidak boleh bilang kita kaya hati.”

 

Inilah akhir dari tulisan pertama belajar bisnis.

Anda boleh klik pada link ini untuk latihan soal

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *