MATERI 4
PEMETAAN ENTREPRENEUR

 

 

Sekarang kita bahas tipe entrepreneur. Entrepreneur itu juga ada tipenya.

 

Dalam memulai usaha, setidaknya ada 3 tipe pengusaha yang diperlukan:

  1. Hacker
  2. Hipster
  3. Hustler

 

HACKER, HIPSTER, DAN HUSTLER

Dalam startup digital, hacker adalah programmer yang fokus koding dan teknis

Hipster adalah yang fokus desain web

Hustler adalah yang menghimpun dan membisniskan startup yang sudah dibuat.

Hacker, hipster, dan hustler

 

Dalam usaha yang lebih umum, kita bisa mengadopsi 3 definisi ini

Hacker, hipster, dan hustler

Tiga istilah ini bisa untuk startup non-digital juga.

 

Hacker. Hacker itu mirip seperti karyawan. Orang yang dalam menjalankan usaha sangat prosedural.

Pola berpikirnya dari sudut pandang bisnis itu ga semuanya diitung dan dipertimbangkan. Parsial namun detail.

Biasanya fokus ke aspek produksi dan operasional.

 

Kedua itu Hipster. Mirip seperti sales freelancer.

Orang yang dalam menjalankan usaha sangat kreatif, pola berpikirnya dari sudut pandang bisnis itu juga parsial namun sering menemukan shortcut yang cepat.

Biasanya fokus ke aspek marketing dan sales.

 

Terakhir itu Hustler, mirip seperti manager.

Hustler itu orang yang dalam menjalankan usaha sestabil mungkin. Tukang menghimpun menjadi lebih umum. Pola berpikirnya dari sudut pandang bisnis itu meluas namun tidak detail.

Pemahamannya meluas namun setengah-setengah. Biasanya fokus ke aspek general dan finansial.

 

Nah, ketika saya menyebutkan 3 istilah ini, mungkin udah langsung kepikiran nih.

“Wah saya hacker”

“Wah saya hustler”

“Wah saya hipster”

Atau ada yang belum tau karena belum paham.

Yang mana diri kita?

 

Saya detailkan lagi ya ciri-cirinya

Ciri hustler itu, ketika nyimak langsung paham kalau dijelaskan banyak meskipun belum nyoba. Gambaran umumnya ditangkep.

Ciri hacker itu, sistematika. Tidak paham sebelum mencoba. Pemahamannya mendetail dan prosedural. Karyawan banget.

Ciri hipster itu, paham sebagian kecil dan langsung keluar solusi kreatif. Belum nyoba dulu kayak hacker atau dengar total dulu kayak hustler.

BAGAIMANA TIAP TIPE ENTREPRENEUR MENJALANKAN USAHANYA

Kalau mau lancar, umumnya pastikan 3 hal ini ada sekaligus dengan rata-rata mendekati 33.3% untuk tiap bagian. Tiga-tiganya perlu ada. Kalau ada tukang himpun tapi kalau hackernya ga ada, cuma ide aja tapi ga jalan. Itu kalau hustlernya sendirian. Kalau ada hacker aja, karyawan banget cara jalan usahanya, umumnya banyak gagal dulu abis itu nyerah. Udah ah saya kerja aja. Hipster yang jalan nanti cuma menang omongan aja. Teknis ga paham. Overall bisnis ga paham. Ga jalan juga.

 

Pertanyaannya, gimana kalau kita sendirian?

Kalau sendirian, ketiganya harus ada sekaligus dalam 1 orang.

 

Kalau ga, nanti gagalnya banyak lho sampai dapet kesimpulan kalo dalam prakteknya, tiga-tiganya harus ada dalam diri kita.

 

Gimana kalau 2 orang?

Jika dua orang, rata-ratakan.

 

Contohnya, misal yang satu hacker 50% dan hipster 50%, satunya lagi hipster 50% dan hustler 50%. Ditotalkan trus dibagi 2. Coba diitung.

 

Rata-ratanya adalah hacker 25%, hipster 50%, hustler 25%.

 

Nah, angka ini jomplang, karakter pengusahanya harus diganti agar sesuai rumusannya rata 33.3% untuk masing-masing karakter bisnis.

 

Kalau ga bisa juga diganti, kita harus cari mitra yang sesuai biar rata-ratanya 33.3%

 

Gimana kalau 3 orang?

Misalkan ada tiga orang dengan masing-masing sangat berbeda jauh. Satu hacker, satu hipster, satu hustler, maka langsung jalankan.

 

Nah, kalau begini, umumnya bakal sering bertengkar, namun memang harus begitu. Tapi harus saling memahami satu sama lain dengan keunggulan masing-masing.

 

Kalau tiga orang ada kesamaannya, maka rata-ratakan seperti dua orang tadi. Totalkan trus dibagi 3.

 

Gimana kalau lebih dari 3 orang?

Kalau lebih dari 3 orang,  sangat tidak disarankan. Bertengkarnya besar, bisnis seringnya tidak jalan.

 

Pemetaan ini perlu diperhatikan saat nyari tim. Carilah tim yang justru berbeda dengan kita. Untuk saling melengkapi.

 

Ada pertanyaan bagus.

Gimana kalau misalkan kita ga paham. Kita itu berapa % hacker, berapa % hustler, berapa % hipster?

Kita tembak aja berdasarkan ciri-ciri tadi. Gak perlu eksak kok.

 

Kalau eksak, berarti justru kita 100% hacker banget hehehe.

Ini cuma pendekatan aja.

 

Tembak misalkan kita kita 50% hacker, 10% hipster (karena kurang kreatif), sama 40% hustler karena masih bisa menyimak semua sampai di luar bisnis kita. Kerja sendiri oke, dikerjain orang lain oke, makanya jadi 50% hacker dan 40% hustler.

 

Misalkan kawan kita itu 10% hacker, 30% hipster, sama 60% hustler.

Dari situ kita totalkan.

50% + 10% hacker = 60% hacker, bagi 2 jadi 30%

10% + 30% hipster = 40% hipster, bagi 2 jadi 20%

40% + 60% hustler = 100% hustler, bagi 2 jadi 50%

 

Nah, tidak rata. Kita perlu cari penstabilnya. Cari banyak masukan dari para hipster di mitra kita. Atau minimal cari teman diskusi yang ngasih inspirasi kreatif. Kita cari juga karyawan yang hacker atau mitra yang kekuatan utamanya di hacker.

 

Kira-kira begitu pemetaan entrepreneur. Ini baru pemetaannya aja, bukan isi bisnisnya. Isi bisnisnya sendiri harus praktek dan banyak belajar teori baru. Catatannya, cuma fokus ke persentase pemetaan entrepreneur aja, ga bakal jalan kalau ga tau apa yang dijalanin usahanya.

 

Kalau sudah bisa memahami prinsip ini, pahami berikutnya pemetaan entrepreneur secara personal.

Sejatinya, asal mulanya mayoritas pengusaha di awal-awal masihlah bermental karyawan.

MEMAHAMI KARAKTER PENGUSAHA DENGAN DETAIL

Kita harus jujur mengenai karakter yang ada dalam diri pengusaha.

KIta harus mengetes psikologi untuk diri sendiri sebagaimana mengetes karyawannya.

 

Saya menyarankan untuk mempelajari gallup, browsing “34 tema bakat”.

Cocokkan masing-masing pengusaha unggul di mana dan lemah dimana.

 

Setelah itu kajilah dengan satu tim pengusaha terkait keunggulan dan keterbatasan itu. Dari situ, biasanya muncul usaha yang benar-benar diminati dan dapat dijalankan.

 

Untuk detail ininya, belajar sendiri ya. Cari yang keluar “Activator, arranger, dkk”.

Silakan dibrowsing. Materi kali ini cukup sampai di sini dulu.