MATERI 3
BASIC BISNIS 2

 

 

Kita sambil belajar lagi pelajaran sebelumnya

 

Kita kemarin ingat kaidah ini

  1. Starting: general + produk + marketing dan sedikit sales
  2. Profiting: general + produk + marketing + sales dan sedikit operasional
  3. Systemizing: general + produk + marketing + sales + operasional dan sedikit finansial
  4. Multiplying: general + produk + marketing + sales + operasional + finansial
  5. Investing: general + finansial menguasai (general + produk + marketing + sales + operasional + finansial)

 

Pelajaran sebelumnya adalah menggali ide yang sesuai dengan kaidah tadi.

Sebagian dari kita mungkin ada yang belum bisa menuangkan ide seperti tadi.

Makanya, sekarang kita akan fokus ke belajar hitung-hitungan bisnis.

Konsep Hitungan Dalam Bisnis

 

Itungan bisnis ini adalah itungan tentang dunia nyata.

Modalnya cuma kali bagi tambah kurang

 

Memang detail perhitungannya cukup oleh orang akuntan. Tapi, Entrepreneur juga harus bisa menghitung.

Bisa menghitung saja tak cukup, entrepreneur perlu punya basic bisnis.

Kebalikannya, punya ide saja tak cukup, entrepreneur perlu punya perhitungan dan pertimbangan.

 

Perhitungan bisnis itu dibangun dari 3 hal:

  1. Menghitung waktu
  2. Menghitung biaya
  3. Menghitung dari sisi lainnya yang menjadi pertimbangan

 

Pertama, menghitung waktu.

Waktu adalah pedang. Kita besok bisa meninggal. Karyawan saja harus disiplin dengan waktu. Apalagi entrepreneur

 

Perhitungan waktu itu menunjukkan kedisiplinan dan kecepatan

Pengusaha yang bisa menghitung waktu, dia artinya disiplin.

Nantinya juga secara tidak langsung ke biaya

 

Kedua, menghitung biaya

Hitungan biaya entrepreneur itu tidak boleh meleset

Kasus ini sering sekali

 

Itungannya lurus tanpa timeline. Tanpa simulasi waktu. Pas diitung awal untung 200 juta. Pas eksekusinya rugi 300 juta

Ketiga, menghitung dari sisi lainnya

Perhitungan ini menunjukkan kecerdasan dalam usaha di luar dari kemampuan karyawan

 

Dalam bisnis itu ada 6 aspek, masih inget kan?

General, produk, marketing, sales, operasional, finansial

Nah, semuanya itu ada perhitungan, ada angkanya. Ada matematikanya.

Emang cuma kali bagi tambah kurang, tapi itungannya ga boleh salah.

Contoh Menghitung Dalam Bisnis

 

Contoh menghitung waktu:

Saya mencoba menghitung lamanya pembuatan 1 artikel adalah 1 jam. Artikel berikutnya yakin bisa lebih cepat, 30 menit per artikel. Kalau setelah itu akan membuat 18 artikel, berapa lama yang diperlukan?

 

Udah dapat jawabannya?

Jawabannya

30 menit x 18 artikel = 9 jam, ditambah 3 jam menjadi 12 jam

1 jamnya itu adalah 1 artikel pertama buat nyoba-nyoba. Setelah dicoba, ternyata bisa lebih cepet. Berikutnya itu 9 jam untuk 18 artikel. Tapi karena ditambah waktu ekstra 3 jam, menjadi 12 jam.

Nah, itung-itungan begini perlu jalan. Kita merasa selesai jam 11 siang, buatlah janji jam 12. Entrepreneur harus disiplin dengan waktu tapi bukan berarti angka komitmen perlu tepat.

 

Pertanyaan berikutnya.

Misal saya hanya kosong waktunya 2 jam di malam hari, maka berapa hari yang diperlukan?

 

Udah dapat jawabannya?

Jawabannya

9 jam dibagi 2 jam/hari = 4,5 hari. Dibulatkan menjadi 5 hari.

Untuk jaga-jaga, jadwal yang saya buat adalah 7 hari.

 

Kita bahas. Entrepreneur itu wajib bisa itung. Meski dari itungan awalnya 5 hari lalu kita tuliskan 7 hari.

Angka 2 hari ini dari mana? Kita tembak, tambahan feeling. Faktor tambahan kalau misalkan ada tamu dan lain sebagainya. Tapi tetep wajib diitung.

 

Sekarang contoh menghitung biaya.

Saya punya 15 karyawan dengan omzet per tahun 1,6 milyar. Untung usaha saya adalah 25%. Berapakah kontribusi keuntungan yang ada di setiap karyawan saya per hari kerja? 5 menit ditunggu

1,6 milyar / 15 karyawan = 107 juta omzet per karyawan per tahunnya

Per harinya dibagi 20 hari kerja dan dibagi 12 bulan

107 juta / (20 hari x 12 bulan) = Rp 445.000 per hari

 

Karena untungnya adalah 25%

25% x Rp 445.000 = Rp 111.500 per hari

 

Ada dan banyak lho yang begini saja tidak diitung. Itungan sesimpel ini tidak dihitung-hitung bertahun-tahun, bisa bikin bisnis mandek 30 tahun.

 

Contoh menghitung dari sisi lainnya, kita ambil perhitungan sales.

Kalau misalkan ingin mendapatkan pelanggan itu saya harus mencari 5 kali lebih banyak dan saya perlu mendapatkan 10 pelanggan, berapa calon pelanggan yang perlu saya kunjungi? Ayo 5 menit ditunggu.

10 pelanggan x 5 kali = 50 calon pelanggan, untuk jaga-jaga ditambah 10 calon pelanggan jadinya 60 calon pelanggan.

 

Sekarang kita beralih ke contoh perhitungan gabungan

Saya menerima orderan menulis artikel senilai 500 ribu untuk 10 artikel, dengan kecepatan 30 menit per artikel. Saya memiliki kawan yang spesialis mengerjakan artikel dan minta dibayar senilai Rp 35.000 per artikel. Kecepatannya adalah 10 menit per artikel. Apa yang saya lakukan, mengerjakan sendiri atau diberikan ke kawan saya? Silakan 5 menit untuk menghitung.

Ini pertanyaan tentang kehidupan, di sma pun tidak akan diajarkan pelajaran kehidupan. Tapi menghitung kan?

Kalau membuat sendiri, saya mendapatkan Rp 500.000

Kalau diserahkan kepada kawan, kawan saya mendapatkan 10 artikel x Rp 35.000 = Rp 350.000.

Selisihnya Rp 150.000 diserahkan kepada saya.

Dari dua pilihan ini, yang saya pilih adalah memberikan kepada kawan saya saja. Kenapa?

Dengan mencari orderan 34 artikel, saya melebihi dengan penghasilan kawan saya. Saya dapat rezeki, kawan saya dapat rezeki juga.

Saya cukup fokus memberikan arahan agar hasilnya sesuai dan membuat branding lebih mantap secara online.

 

Begitulah contoh-contoh jawaban dari itungan bisnis, tidak ada jawaban yang mutlak benar.

Semua tergantung pertimbangan kita

 

Namun secara umum kecendrungan pertimbangan akan selalu ada agar bisnisnya cepat sukses.

 

Saya baru mengangkat contoh itung-itungan bisnis. Kalau kita bisa menghitung, terobosannya akan brilian.