MATERI 2
BASIC BISNIS 1

 

 

 

Materi dasar bisnis yang akan dipelajari pada artikel ini adalah tentang

  1. Elemen dalam Bisnis
  2. Tangga Bisnis
  3. Konsep Mencari Ide Usaha

 

Mengenal 6 Elemen Dalam Bisnis

Entrepreneur itu perlu memahami 6 aspek bisnis

  1. General
  2. Produk
  3. Marketing
  4. Sales
  5. Operasional
  6. Finansial

 

Apa itu General?

Bagian yang menghimpun secara total tapi ga detail.

Dia kepalanya, tapi tanpa kepala bakal kehilangan arah bisnis

 

Apa itu Produk?

Bagian isi usaha kita, pengembangan usaha, dan jalannya inti produk yang krusial

 

Apa itu marketing?

Bagian mendidik masyarakat biar lebih memilih produk kita, yang menciptakan jumlah pasar agar terus bertambah

 

Apa itu sales?

Bagian yang menjualkan produk, membuat pasar terus berkali-kali membeli produk, dan membuat sistem agar cepat terjual.

 

Apa itu operasional?

Bagian yang mendukung jalannya produksi, marketing, dan sales biar terus gerak.

 

Apa itu finansial?

Bagian yang mencatat, menghitung, mengevaluasi, merencanakan keuangan.

 

Hapalkan 6 bagian ini, mindset kita akan berubah.

Kalau dulu, marketing dan sales itu jadi satu. Semuanya digabung. Dagang biasa itu begitu.

Tetapi pengusaha ga begitu.

Ada general, produk, marketing, sales, operasional, dan finansial.

Marketing itu buka pasar, sales itu jualannya.

Nah, setelah memahami 6 aspek bisnis, kita bahas 5 tangga bisnis tadi.

 

Mengenal 5 Tangga Bisnis

Ada 5 tangga bisnis:

  1. Starting
  2. profiting
  3. systemizing
  4. multiplying

 

Apa itu starting?

Saat kita mulai konsep dan jalan perlahan-lahan, perlengkapan seadanya, yang penting untung dulu.

 

Apa itu profiting?

Saat udah merasa untung konsisten, trus kita kejar keuntungan sebanyak-banyaknya

 

Apa itu Systemizing?

Saat kita buat sistem bisnis agar otomatis.

 

Apa itu Multiplying?

Multiplying itu “buka cabang”. Saat sistem sudah kuat, digandakan.

 

Apa itu Investing?

Saat kita lebih fokus kepada nilai usaha dan saham.

Ngerasa bisnisnya cenderung mentok, coba cari sistem bisnis baru yang lebih aman.

 

Bedanya pedagang dan entrepreneur, pedagang cuma berhenti sampai profiting. Entrepreneur itu lanjut ke systemizing.

 

Pegang kaidah ini

  1. Starting: general + produk + marketing dan sedikit sales
  2. Profiting: general + produk + marketing + sales dan sedikit operasional
  3. Systemizing: general + produk + marketing + sales + operasional dan sedikit finansial
  4. Multiplying: general + produk + marketing + sales + operasional + finansial
  5. Investing: general + finansial à(general + produk + marketing + sales + operasional + finansial)

 

Di starting, produk dan marketing harus jalan sekaligus.

 

Kesalahan umumnya, pertama-tama kita hanya memikirkan produk. Hanya produk yang bagus. Padahal bisnis bukan hanya membicarakan produk.

 

Sebagian kita yang kurang memahami bisnis, seringnya hanya memikirkan produk.

Ada kebalikannya, justru ada yang langsung melompat jauh. Keenamnya langsung dipikirkan betul-betul.

 

Yang benar, marketing-produk langsung digandeng sekaligus.

Punya ide produk, pasarkan sekaligus detailkan.

Boleh ga berpikir jauh-jauh?

Berpikir jauh-jauh itu boleh, justru bagus kalau ada yang memikirkan jauh, dengan alasan visi dan misi.

Tipsnya, sebaiknya dibatasi sampai maksimal seminggu sampai dua minggu.

Eksekusinya tentu tak bisa semuanya dijalankan sekaligus. Pikirkan eksekusinya.

 

Jadinya perlu hati-hati

Biasanya, yang punya modal saja, belum bisa berbisnis dengan lengkap.

Yang belum punya modal, kendalanya juga sama.

 

Mencari Ide Usaha Yang Benar Dalam Bisnis

Ide bisnis di zaman ini sudah tidak bisa sembarangan lagi.

Carilah ide yang memenuhi 5 tahap sekaligus dengan cemerlang. Jangan fokus ke produk saja.

Buatlah ide usaha yang memenuhi sekaligus

  1. Sesuai dengan 6 aspek dan 5 tangga bisnis. Coret yang tak memenuhi hal itu.
  2. Sesuai dengan perhitungan general (akan dipelajari besok)
  3. Sesuai dengan kapasitas diri sendiri (akan dipelajari lusa)

 

Kalau yang belum punya usaha, cari 5-20 ide. Jangan Cuma 1.

Nanti dicocokkan dengan kaidah tadi

Kaidah yang dimaksud sesuai dengan 6 aspek dan 5 tangga bisnis.

  1. Starting: general + produk + marketing dan sedikit sales
  2. Profiting: general + produk + marketing + sales dan sedikit operasional
  3. Systemizing: general + produk + marketing + sales + operasional dan sedikit finansial
  4. Multiplying: general + produk + marketing + sales + operasional + finansial
  5. Investing: general + finansial à(general + produk + marketing + sales + operasional + finansial)

 

Gimana contohnya?

Saya tunjukan cara isinya versi simpel

 

Untuk versi starting dan profiting, cara isinya seperti ini

Usaha saya: …….

Akan laku karena: ……

Cara memasarkannya: ……..

Jadi, yang akan saya lakukan adalah: ……….

 

Untuk versi systemizing ke atas

Jika usaha saya sukses, operasionalnya adalah …..

Biaya operasional produk adalah …..

Biaya operasional marketing dan sales adalah …..

Produk akan saya jual dengan harga …..

Total operasional produk dan marketing adalah ……

Maka untungnya adalah ……

 

Saya beri waktu 5 menit untuk memahami form di atas.

Jangan komentar dulu ya

Sekarang kita latihan, saya beri banyak contoh.

Contoh 1, usaha ayam geprek

 

Untuk versi starting dan profiting, misalkan begini

Usaha saya: Jual usaha asam geprek. Caranya buat ayam goreng (fried chicken), dikasih cabai, dikasih seledri, dikasih bawang merah, dikasih bawang putih. Diulek dan dicampur. Diberi nasi. Jualannya gerobak dulu di pertigaan darul tauhid, bandung.

Akan laku karena: Saya pernah nyoba buat, dan 10 orang yang merasakan katanya enak. Ayam geprek lagi laris.

Cara memasarkannya: Sementara dengan gerobak dulu, dengan banner, dan website .blogspot.

Jadi, yang akan saya lakukan adalah: Saya coba pastikan buat fried chickennya enak, bumbunya enak. Saya coba buat 10 produk dulu, tes ke kawan saya, apakah enak dan konsisten. Saya cek lokasinya, saya liat siang dan malam apa tempatnya laris atau tidak. Saya coba belajar bikin website dari ayamgeprekku.blogspot.com Saya coba tulis-tulis konten.  Cek harga buat gerobak, menu, bahan-bahan, dan peralatan tambahan. Perkiraan modalnya adalah 4 juta rupiah. Untuk mendapatkan modal itu, saya coba kerja dulu dan nabung.

 

Untuk versi systemizing ke atas, misalkan seperti ini.

Jika usaha saya sukses, operasionalnya adalah 1 orang kasir, 2 orang yang masak, 2 orang waiter. Diiklankan dengan fb ads dan instagram ads, didaftarkan dengan gofood. Biaya kontrakan 60 juta per tahun.

Biaya operasional produk adalah gaji karyawan 10 juta per bulan, bahan sebulan mengeluarkan 60 juta per bulan (modalnya diputar), kontrakan 5 juta per bulan, listrik dsb 3 juta per bulan. Totalnya 78 juta per bulan

Biaya operasional marketing dan sales adalah 20 juta per bulan dari fb ads dan website

Produk akan saya jual dengan harga 20 ribu rata-rata dengan penjualan 200 produk rata-rata per hari. Incomenya Rp 120.000.000

Total operasional produk dan marketing adalah Rp 98.000.000 per bulan.

Maka untungnya adalah Rp 22.000.000 per bulan

 

Detail, bukan? Ingat, pengusaha perlu seperti itu cara berpikirnya

 

Ini baru ide. Disebut ide kalau sampai seperti itu. Memang nantinya bisa akan berubah. Tapi, kalau tidak punya ide sama sekali, biasanya akan bermasalah ke depannya.

 

Kalau pengisiannya belum lengkap, artinya ide kitanya belum matang.

 

Kalau langsung action, biasanya untungnya tidak jauh dari 200-400 ribu per bulan. Padahal pengeluaran kita jutaan. Yuk, cara berpikir kita diupgrade agar bisa mengeluarkan ide lebih jauh lagi.